Sabtu, 28 November 2015

Tips Berkebun di Lahan yang Sempit

Tips berkebun di lahan yang sempit

Berkebun adalah salah satu kegiatan yang mengasyikkan dan juga menyehatkan. Selain menjadikan rumah tampak lebih asri dan hijau, adanya kebun di rumah juga akan membuat suasana menjadi lebih sejuk sehingga kamu akan merasa lebih nyaman saat berada di rumah. Namun, keterbatasan lahan sering kali menjadi penghalang bagi masyarakat perkotaan untuk bercocok tanam di rumah. Apakah kamu juga memiliki lahan yang sempit? Jangan khawatir, berikut ini beberapa tips untuk mengubah lahan sempitmu menjadi kebun yang hijau. Yuk kita simak.

1.       Berkebun dalam pot atau kontainer
Berkebun dalam pot dapat membantumu berkebun tomat, cabai, sawi, wortel, bunga mawar, bunga matahari, atau tanaman-tanaman yang lain di pekarangan depan atau belakang rumah. Pot dapat kamu ganti dengan jenis kontainer lain seperti bekas kaleng biskuit, bekas ember plastik, dan lain-lain. Jangan lupa beri lubang di dasar kontainer untuk aliran air. Kamu dapat mengisi kontainer dengan tanah yang baik dan subur agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Letakkan kontainer tersebut di tempat yang terkena sinar matahari yang cukup dan jangan lupa untuk menyiraminya secara teratur. Dengan demikian, tanaman akan cepat tumbuh dan kebunmu pun jadi terlihat asri.

2.      Berkebun gantung
Hasil gambar untuk berkebun gantung
Berkebun gantung ini mirip dengan berkebun dalam pot atau kontainer, hanya saja kamu meletakkannya dengan cara menggantungnya di langit-langit teras depan atau halaman belakang rumah. kaya taman gantung kita di STIS gaes. Selain memperhatikan pemilihan pot/kontainer, pemilihan media tanam, dan perawatan, kamu  juga harus memperhatikan kekuatan penyangga tanaman. Penyangga tanaman harus kokoh. Kamu bisa membuat tiang-tiang penyangga ukuran tinggi 1,5-2 meter. Pastikan pula saat penyiraman tanaman, air buangan tidak membuat genangan yang mengganggu.

3.      Berkebun vertikultur
Berkebun dengan metode vertikultur atau metode vertikal juga dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk berkebun di lahan yang sempit. Hal-hal yang perlu kamu siapkan untuk berkebun secara vertikultur ini adalah rak-rak atau kontainer-kontainer yang disusun ke atas dalam jumlah deret yang diinginkan. Umumnya rak-rak ini disusun meyerupai tangga. Kamu  dapat meyusun pot-pot tanamanmu pada deretan tangga tersebut. Ada pula teknik vertikultur dengan menanam secara vertikal dengen menempelkannya di dinding dan ada pula yang membuat tabung menara. Umumnya tanaman-tanaman seperti strawberry, tomat, cabai, sawi, seledri, atau rosemarry ditanam dengan cara ini. Tanaman hias seperti bunga aster, mawar, atau melati juga dapat ditanam dengan metode veltikultur ini.

4.      Berkebun hidroponik
Metode hidroponik adalah alternatif lain untuk mengubah lahan sempitmu menjadi kebun yang asri. Prinsip hidroponik adalah berkebun dengan menggunakan air sebagai media tanam. Pada metode tersebut ketersediaan nutrisi benar-benar menjadi konsentrasi utama. Umumnya penggiat hidroponik menggunakan pupuk AB mix sebagai larutan nutrisi yang dicampurkan dalam media tanam air. Pupuk AB mix dapat kamu ganti dengan pupuk organik. Tanaman-tanaman yang ditanam secara hidroponik umumnya berjumlah banyak, memiliki kualitas yang  lebih bagus, dan dapat panen berkali-kali.

5.       Berkebun tanaman kerdil
 

Jangan tanami lahan sempitmu dengan pohon buah-buahan, karena biasanya pohon Buah-buahan itu akan berkemang menjadi besar dan tentunya akan membuat lahan perkebunanmu menjadi lebih sempit. Untuk, itu, pilihlah tanaman kerdil untuk menghiasi lahan sempitmu supaya lebih menarik dan hijau tentunya.

Nah, itulah 5 tips berkebun di lahan yang sempit. So, lahan yang sempit tidak menjadi halangan untuk bercocok tanam ya, guys. Luangkan waktumu sebentar meski hanya  sekadar menanam satu tanaman, karena tanaman memiliki banyak manfaat yang dapat kita peroleh.